3 Langkah Menghadapi Musibah dan Bencana

Alhamdulillah.. puji syukur kepada Alloh atas segala penjagaanNya untuk kita.

Sehingga kita masih diberi keselamatan di tengah bencana yang susul menyusul di negeri ini. Pokoknya tetap harus bersyukur.

Sholawat dan salam kita sampaikan kepada Rasululloh sholallahu’alaihi wassalam, kepada keluarga dan sahabatnya. Dan semoga dengan wasilah itu, kita termasuk umat beliau yang kelak mendapatkan syafaat. Aamiin.

Bismillahirrahmanirrahim..
Kajian kamis saya mulai.

Kawan-kawan yang dirahmati Alloh..
Pekan-pekan ini, negeri kita seolah sedang menampakkan kesedihannya. Bencana alam yang susul menyusul di berbagai daerah menjadi isyarat bahwa bumi kita sedang tidak baik-baik saja.

Saya seketika berpikir tentang ayat ini.

“Telah tampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan perbuatan tangan manusia; Alloh menghendaki agar mereka merasakan sebagian dari (akibat) perbuatan mereka, agar mereka kembali (ke jalan yang benar).”
(QS. Ar-Rum: 41)

Jika benar demikian.. maka sumber masalahnya bukan alam. Tapi kita..

Coba kita lihat di bumi ini, berapa banyak tanah di bumi ini yang di atasnya dibangun tempat maksiat. Berapa banyak tanah di bumi ini yang menjadi tempat diabaikannya hukum Alloh.

Belum lagi perilaku manusia yang setiap hari semakin memprihatinkan. Terlalu banyak konten keburukan yang bertebaran di sosial media hanya demi like..
Bahkan konten-konten yang mengumbar aurat, mendekat pada zina, hubungan haram dan seterusnya..

Bagaimana azab bagi bumi ini tidak turun jika manusia terus berbuat seenaknya.
Kita manusia yang jadi sebab masalahnya.
Dan mengacu pada ayat di atas. Setiap ada kerusakan, sebenarnya Alloh hanya menghendaki kita untuk kembali ke jalan yang benar. Bukan semata-mata hanya sekedar menghukum.

Lalu apa yang harusnya kita lakukan sebagai manusia??
Quran sudah memberikan solusinya.

“Dan tidaklah (pula) Allah akan menghukum mereka, sedang mereka (masih) memohon ampunan.” (QS. Al-Anfal : Ayat 33)

Solusinya hanya 1 kawan..
Kita bertaubat kepada Alloh ta’ala segera.
Taubat yang sebenar-benarnya taubat.

Maka lewat kajian kamis ini, saya hanya mengingatkan, bahwa ini sudah bukan waktunya kita bersantai menunda taubat.

Para ulama yang menjadi paku bumi telah satu persatu diangkat dari bumi. Seorang kawan mengingatkan saya.

“Rumah kalau hendak dirobohkan, maka barang-barang berharga dan bagus pasti akan dikeluarkan dulu..”

Masak kita masih pula tak menyadari peringatan ini. Dan sibuk berleha-leha dengan kekufuran dan kemaksiatan.

Sebab itu.. pertaubatan masal adalah solusi terbaik untuk negeri ini.
Jika setiap orang bertaubat, lalu satu rumah bertaubat, lalu satu kampung bertaubat. Satu kota, satu provinsi dan satu negara bertaubat.

Maka di langit Indonesia akan terkumpul butiran istighfar yang menjadi pelindungnya negeri ini dari bala bencana.

Lalu taubat yang seperti apa?
Taubat yang benar.. itu pasti punya 3 ciri.

  1. Ia tidak lagi mendekati maksiat dan senantiasa beristighfar kepada Alloh.
  2. Manusia yang serius taubatnya pasti akan mulai melazimkan tahajud.
  3. Pasti akan membiasakan sedekah.

Sebagaimana yang Alloh firmankan dalam Al Qur’an.

“Sesungguhnya mereka sebelum itu (di dunia) adalah orang-orang yang berbuat baik, mereka sedikit sekali tidur pada waktu malam; dan pada akhir malam mereka memohon ampunan (kepada Allah). Dan pada harta benda mereka ada hak orang miskin yang meminta, dan orang miskin yang tidak meminta.” (QS. Az-Zariyat : 16-19)

Lihat.. ciri orang bertaubat adalah bangun malam, qiyamul lain.. lalu ia istighfar.. munajat di waktu malam. Dan menginfakkan hartanya di jalan Alloh, berbagi kepada sesama.

Dan kita pun tahu bahwa salah satu fungsi sedekah adalah menolak bala.

Yuk kawan.. kita mulai dari keluarga kita malam ini.
Kita ajak keluarga kita sholat malam, beristighfar dan bersedekah untuk kebaikan dan perlindungan negeri ini.

Sudah bukan waktunya lagi kita bersantai dan menunda waktu bertaubat. Sebab bumi ini sudah menampakkan kesedihannya.

Semoga kita semua terlepas dan terhindar dari marabahaya dan bencana.. aamiin Allohuma Aamiin.

Ayo tahajud..
Ayo istighfar..
Ayo sedekah..

Penulis: Andre Raditya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *